Landasan arah dan tujuan Program Studi Teknik Lingkungan dalam menghasilkan insinyur lingkungan yang berdaya saing dan berdampak.
Dari tingkat universitas hingga jurusan — satu arah, satu tujuan.
"Menjadi Universitas Inovatif dan Berdaya saing global, serta unggul dalam Pengembangan Wilayah Tropis dan Perbatasan, dijiwai nilai-nilai Pancasila."
"Menjadi Fakultas Teknik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global dalam pengembangan teknologi rekayasa berbasis kearifan lokal untuk pembangunan wilayah tropis dan perbatasan yang dijiwai nilai-nilai Pancasila."
"Mengembangkan keilmuan Teknik Lingkungan yang unggul, di bidang Rekayasa Infrastruktur, Pengendalian Pencemaran, dan Manajemen Lingkungan berbasis kearifan lokal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tropis dan perbatasan."
Seluruh kurikulum dan riset jurusan bertumpu pada tiga bidang kompetensi saling melengkapi ini.
Perencanaan dan perancangan sistem penyediaan air minum (SPAM), penyaluran dan pengolahan air buangan, drainase lingkungan, pengelolaan persampahan dan TPA, serta manajemen proyek infrastruktur.
Pengendalian pencemaran udara (PPU), pengelolaan buangan industri (PBI), limbah padat, B3, pengendalian tanah dan air tanah (PTAT), AMDAL, serta statistika lingkungan terapan.
K3, kesehatan lingkungan dan masyarakat, konservasi lingkungan, ekonomi lingkungan, hukum dan etika lingkungan, sosiologi lingkungan, serta pemodelan berbasis GIS dan teknologi informasi.
“Menjadi pusat pengembangan Teknik Lingkungan berkelanjutan berbasis kearifan lokal di wilayah tropis dan perbatasan.”
Seorang Sarjana Teknik Lingkungan diharapkan mampu berkarya dan menjawab tantangan di bidang:
Sustainability and sustainable development — pembangunan yang seimbang antara kebutuhan manusia dan kelestarian ekosistem.
Environmental sustainability — menjaga fungsi ekosistem dan keanekaragaman hayati jangka panjang.
UN Sustainable Development Goals — water, sanitation and public health untuk masyarakat wilayah tropis.
Clean, new and renewable energy — solusi rekayasa untuk transisi energi dan minimasi emisi karbon.
Food safety and security — aspek rekayasa lingkungan dalam rantai pasok pangan yang aman dan berkelanjutan.
Climate change mitigation and adaptation — rekayasa teknik untuk ketangguhan ekosistem terhadap dampak iklim.